Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Berwudhu sebelum Tidur

Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “ Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu ” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Dzikir dan Doa sebelum Tidur

Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas , ‘Aisyah  radhiyallahu‘anha  berkata, “ Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali .” (HR. Bukhari)   Ayat Kursi , hal ini berdasarkan hadits yang diriwiyatkan oleh sahabat Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu  (HR. Bukhari).   Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh, berdasarkan sabda Rasulullah  shallallahu ’alaihi wa sallam  “ Barangsiapa membaca dua ayat tersebut pada malam hari, cukuplah dua ayat tersebut sebagai penyebab perlindungan Allah kepadanya . ” (HR.

Sholat Dhuha

Gambar
“Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah; maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut ” (HR Muslim). “Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu ” (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah). “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan .” (H.R Turmudzi). “ Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat .” (HR Abu Daud). “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata, Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda, “ Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari). ” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidz

Shalat Rawatib

Gambar
ž “Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”  (HR. Muslim no. 728) ž “Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.”  (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah) ž “Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat dzuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh.”  (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729) . ž Dalam sebuah riwayat keduanya,  “Dua rakaat setelah jumat.” Dalam riwayat