Selasa, 05 Desember 2017

Sepuluh Faedah Sholat Shubuh Berjamaah

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat gembira melihat para sahabatnya menjaga shalat Shubuh berjama’ah di Senin, 12 Rabi’ul Awal 11 H. Itulah shalat terakhir yang disaksikan baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebelum kembali kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala.
Shalat Shubuh berjama’ah memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan shalat-shalat fardhu lainnya. Di mana keutamaan-keutamaan shalat fardhu berjamaah selainnya ada pada shalat Shubuh; seperti setiap langkah ke masjidnya menghapuskan kesalahan dan mengangkat derajat, memiliki selisih 27 derajat dibandingkan shalat sendirian, dan faidah lainnya.
10 faidah shalat shubuh berjamaah yang akan disebutkan berikut ini akan menjadi cemeti yang membangkitkan semangat seorang mukmin untuk mendatanginya. Rasa kantuk dan malas pasti bisa dikalahkan sehingga kaki ringan melangkah ke masjid, jika benar-benar memahami nilai faidah-faidah tersebut. 
Pertama, Berada dalam jaminan keamanan dari Allah.
Diriwayatkan dari Jundub bin Abdillah Al-Bajali Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda,
مَن صلَّى الصبح، فهو في ذمة الله، فلا يَطلُبَنَّكم الله من ذمَّته بشيء؛ فإن من يطلُبهُ من ذمته بشيء يدركه، ثم يَكُبه على وجهه في نار جهنم
Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain terdapat tambahan,
من صلى صلاة الصبح في جماعة فهو في ذمة الله
“Siapa shalat Shubuh berjamaah maka ia berada dalam jaminan Allah.”
Maksudnya, siapa yang mengerjakan shalah shubuh berjamaah jaminan, ia berada di bawah jaminan keamanan dari Allah. Tak seorangpun bisa mencelakainya. Allah tak akan biarkan seseorang mencelakainya.   
Kedua, Mendapatkan pahala Qiyamullail sepanjang malam.
Diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه
“Siapa melaksanakan shalat Isya’ berjamaah, maka seolah-olah melaksanakan shalat separoh malam. dan siapa melaksankan shalat Shubuh berjamaah seolah-olah ia melaksanakan shalat malam sepanjang malam itu.”(HR. Muslim)
Ketiga, Terbebas dari kenifakan.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ليس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما، لأتَوهما ولو حبوًا، ولقد هممتُ أن آمُرَ المؤذِّن فيُقيم، ثم آخُذَ شُعلاً من النار، فأحرِّقَ على من لا يخرج إلى الصلاة بعد
“Tidak ada Shalat yang lebih berat atas orang-orang munafik daripada shalat Shubuh dan Isya’. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di kedua shalat itu, niscaya mereka akan melaksanakannya kendati dengan merangkak.” (HR. Muttafaq 'Alaih)
Keempat, Meraih cahaya sempurna di hari kiamat.
Dari Buraidah al-Aslami Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
بشِّرِ المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة
“Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi)
Kelima, Malaikat menyaksikan orang yang shalat shubuh berjama’ah dan memuji mereka di hadapan Allah.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
يتعاقبون فيكم ملائكةٌ بالليل، وملائكةٌ بالنهار، ويجتمعون في صلاة الفجر وصلاة العصر، ثم يعرُجُ الذين باتوا فيكم، فيسألهم ربُّهم - وهو أعلم بهم -: كيف تركتم عبادي؟ فيقولون: تركناهم وهم يصلُّون، وأتيناهم وهم يصلون
Para Malaikat (penjaga) di waktu malam dan siang hari silih berganti mengawasi kalian. Mereka berkumpul pada saat shalat Subuh dan shalat Ashar. Lalu malaikat yang telah menjaga kalian semalam suntuk naik (ke langit). Allah bertanya kepada mereka -padahal Dia lebih mengetahui dari mereka-, “Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka saat mereka sedang shalat dan kami datangi mereka saat mereka sedang shalat.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Keenam, Mendapat pahala haji dan umrah apabila setelah shalat shubuh berjamaah dilanjutkan berdzikir sehingga matahari terbit dan ditutup shalat 2 rakaat.
Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
"Siapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah sehingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali)." (HR. Al-Tirmidzi, dihassankan oleh Al-Albani dalam al-Misykah, no. 971)
Ketujuh, Meraih pahala besar pada shalat sunnah Qabliyahnya.
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِخَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Shalat 2 rakaat fajar (qabliyah Shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)
Kedelapan, Shalat shubuh berjamaah sebab selamat dari neraka.
Dari Umarah bin Ruwaibah Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
لن يلج النارَ أحدٌ صلى قبل طلوع الشمس وقبل غروبها
Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” Yakni shalat Shubuh dan shalat ‘Ashar. (HR. Muslim)
Kesembilan, Shalat Shubuh berjamaah salah satu sebab utama masuk surga. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
من صلى البردين دخل الجنة
Barangsiapa yang shalat didua waktu yang dingin niscaya masuk surga.” (Muttafaqun ‘Alaihi) maksud   dua waktu yang dingin adalah shalat Shubuh dan ‘Ashar.
Kesepuluh, Melihat wajah Allah di hari kiamat.
Sejumlah ulama menyebutkan bahwa ini adalah faidah yang paling agung dari shalat shubuh berjama’ah. Di mana seseorang memaksa matanya untuk terbuka dan digunakan berjalan menuju rumah Allah untuk memenuhi panggilan-Nya. Kelak di akhirat, Allah sempurnakan nikmat pada penglihatannya dengan melihat wajah Allah yang Maha Indah.
Dari Jarir bin Abdillah al-Bajali Radhiyallahu 'Anhu, berkata: kami pernah duduk-. duduk di sisi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ketika itu beliau melihat bulan purnama. Kemudian beliau bersabda,
أَمَا إنكم سترَون ربَّكم كما ترَون هذا القمر، لا تُضَامُّون في رؤيته، فإن استطعتم ألا تُغلبوا على صلاةٍ قبل طلوع الشمس وقبل غروبها، فافعلوا
Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!” (Muttafaq ‘Alaih)
Penutup
Melihat keutamaan shalat shubuh berjamaah dan faidah-faidahnya, haruslah setiap kita bersemangat mengerjakan shalat shubuh berjama’ah. Karena itu, siapkan niat baik sebelum tidur untuk bisa bangun sebelum shubuh agar mendapati shalat shubuh berjamaah. Jangan begadang larut malam. 
Wallahu A’lam. 

Sumber : http://www.voa-islam.com

Rabu, 25 Oktober 2017

Doa dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Mencegah Gangguan Jin

Ketika adzan berkumandang? Selalu menunda-nunda pelaksanaan shalat sampai di ujung waktu. Atau ketika shalat malah lupa bilangan rakaatnya. Atau merasa kantuk luar biasa dan menguap berkali-kali? Pembaca yang budiman pernahkah melihat tangisan bayi yang tidak wajar, seperti diganggu makhluk yang tak terlihat. Itu adalah sedikit tanda-tanda gangguan jin dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana pun, Allah telah menegaskan bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi kita:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S Al Baqarah 208)

Sebagai muslim, Allah menyuruh kita beriman pada hal-hal ghaib/ yang tidak nampak. Salah satunya adalah keberadaan jin/ syetan. Bahwa mereka tidak akan pernah berhenti mengganggu kita hingga berhasil menggelincirkan kaki kita ke dalam perbuatan penghuni neraka.

Oleh karena itu, bekali diri kita dengan dzikir-dzikir yang dapat menangkal gangguan jin sebagai berikut:

1. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat lima waktu

Sesudah membaca wirid yang disyari’atkan setelah salam, atau dibaca ketika akan tidur. Rasulullah ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya :

“Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan syetan tidak mendekatinya sampai Shubuh.”

Ayat Kursi terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 255 yang bunyinya :

“Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

2. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas setiap selesai shalat 5 waktu

Serta membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Shubuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib, sesuai dengan hadits riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

3. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah yaitu ayat 285-286 pada permulaan malam, sebagaimana sabda Rasulullah :

“Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya.”

Adapun bacaan ayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya’. (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, ia mendapat pahala (dari kewajiban) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.”

4. Banyak berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna

Hendaklah dibaca pada malam hari dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam suatu bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan: ‘A’uudzu bi kalimaatillahi ttaammaati min syarri maa khalaq’ (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaanNya), maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu.”

5. Membaca do’a di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam:

“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Bacaan-bacaan dzikir dan ta’awwudz ini merupakan sebab-sebab yang besar untuk memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir atau kejahatan lainnya. Yaitu bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepadaNya dengan lapang dada dan hati yang khusyu’.

6. Membaca Surah Al Baqarah dalam rumah

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah al-Baqarah.” (HR. Muslim, no. 1821)

7. Berwudhu ketika marah

“Sesungguhnya marah itu berasal dari setan, dan setan itu diciptakan dari api, dan api hanya dapat dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang di antara kamu marah, hendaklah dia berwudhu.” (HR. Ahmad, 5/240 dan Ibnu Abi Syaibah, no. 25374)

8. Berlindung kepada Allah jika membeli kendaraan
Hal ini diriwayatkan oleh Zaid bin Aslam, bahwa Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian menikahi perempuan atau membeli budak perempuan, peganglah ubun-ubunnya dan doakanlah keberkahan. Dan Jika membeli kendaraan peganglah bagian yang paling tinggi, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan”(HR. Imam Malik di dalam al-Muwatha, no. 2012)

9. Berlindung kepada Allah dan meludah ke kiri ketika datang was-was dari setan
Suatu ketika salah seorang sahabat Nabi yang bernama Utsman bin Abil Ash datang menemui Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi antara aku dan shalatku serta bacaanku, mengacaukan aku,”

Maka bersabdalah Rasulullah, “Itu adalah setan yang bernama Khinzib, jika engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah dari setan tersebut dan meludahlah ke kiri 3 kali.” Lalu Utsman berkata, “Maka aku melakukan hal tersebut, sehingga Allah menghilangkan hal tersebut dariku.” (HR. Muslim, no. 5868)



10. Berlindung Kepada Allah dari setan laki-laki dan setan perempuan ketika masuk kamar mandi
Rasulullah mengajarkan doa masuk kamar mandi dengan mengucapkan,
  
Allahumma inni audzubika minal kubutsyi wal kobaaitsy
Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan” (HR. al-Bukhari, no. 6322 dan Muslim, no. 857)

11.Memulai makan dengan “bismillah”
Hudzaifah pernah bercerita, “Biasanya kalau dihidangkan makanan di hadapan kami bersama Nabi, kami tidak pernah meletakkan tangan kami (untuk menyentuh hidangan itu) sampai Rasulullah memulai meletakkan tangan beliau. Suatu ketika, dihidangkan makanan di hadapan kami bersama beliau. Tiba-tiba datang seorang budak perempuan, seakan-akan dia terdorong (karena cepatnya –pen), lalu meletakkan tangannya di hidangan itu.

 Rasulullah langsung memegang tangannya. Setelah itu, datang seorang A’rabi, seakan-akan dia terdorong. Rasulullah pun menahan tangannya. Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah atasnya. Tadi dia datang bersama budak perempuan itu untuk mendapatkan makanan dengannya, maka aku pegang tangannya. Lalu dia datang lagi bersama A’rabi tadi untuk mendapatkan makanan dengannya, maka aku pun memegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh tangan setan berada dalam genggamanku bersama tangan jariyah itu.” (HR. Muslim, no. 2017)

12. Mengucapkan ‘bismillah’ dan berdzikir kepada Allah saat bersetubuh
Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a,
  
[Bismillah Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana maa razaqtana],
Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rizki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” (HR. al-Bukhari, no. 6388 dan Muslim, no. 3606).

13. Berdzikir kepada Allah ketika masuk dan keluar rumah
Jika seseorang masuk rumahnya dan berdzikir kepada Allah saat masuk dan makannya, setan akan mengatakan pada teman-temannya, ‘Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.’ Namun jika dia masuk rumah tanpa berdzikir kepada Allah ketika masuknya, setan akan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam.’ Jika dia tidak berdzikir kepada Allah ketika makan, setan akan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.’” (HR. Muslim, no. 2018)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (dzikir),
  
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, laa haula wala quwwata illa billah
(Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya, “(Sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setan pun tidak bisa mendekat, dan setan yang lain berkata kepada temannya, “Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah)?”(HR. Abu Dawud, no. 5097, at-Tirmidzi, no. 3426)

Kamis, 29 Desember 2016

Cara Menghilangkan Dahak di Tenggorokan Secara Alami dan Efektif

Apa solusi yang harus kita lakukan ketika mendapati diri kita terkena batuk berdahak? Tentu solusinya adalah menghilangkan dahaknya. Lalu bagaimana cara mengeluarkan dahak dari tenggorokan secara alami agar tidak kebanyakan menggunakan obat? Berikut adalah cara alami yang dapat dilakukan di rumah untuk mengeluarkan dahak yang ada di tenggorokan.
  1. Madu dan Jahe
Jahe adalah rempah terkenal sejak zaman dahulu dan dipercaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kandungan jahe menurut penelitian dapat meminimalkan gejala flu dan batuk, serta menenagkan sistem pernafasan. Ramuan ini dapat dibuat dengan menggunakan 100 gram jahe segar yang sudah bersih dari kulit, kemudian ditumbuk atau diparut dengan 2 sendok makan madu. Lalu Anda dapat memasukkan bahan- bahan tersebut ke dalam microwave selama 15 detik. Kemudian seduh 2 sendok makan ramuan tadi dengan air hangat dan konsumsi sebanyak dua kali sehari dalam waktu tiga hari dan lihat perubahannya.
  1. Lada
Rempah kedua yang dipercaya mampu untuk cara menghilangkan dahak di tenggorokan secara alami adalah lada. Anda dapat mencampurkan ½ sendok teh lada putih dengan 1 sendok makan madu. Kemudian masukkan ramuan tersebut ke dalam microwave selama 15 detik. Seduh ramuan tersebut dengan menggunakan air hangat dan konsumsi sebanyak 3x sehari. Ramuan ini juga dapat ditambah dengan madu atau lemon dan sedikit garam.
  1. Bawang dan lemon
Cara alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan dahak selanjutnya adalah dengan mengolah bawang yang dicampur dengan lemon. Pertama kupas bawangnya, kemudian masukkan di dalam juicer. Kemudian dilanjutkan dengan memeras lemon ke dalam ramuan daun bawang tersebut. Lalu tuangkan secangkir air mendidih ke dalam ramuan tersebut dan diamkan selama 2 hingga 3 menit. Setelah suhunya cukup mendingin, tambahkan 1 sendok teh madu dan minumlah ramuan tersebut 3x sehari sehingga dahaknya menghilang.
  1. Anggur
Anggur merupakan salah satu cara alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan dahak. Anggur ini merupakan cara yang dapat dikatakan paling enak daripada ramuan- ramuan lainnya. Berdasarkan penelitian, anggur ini dikatakan mampu menjadi ekspektoran alami, yang mampu menyembuhkan beragam jenis penyakit pernafasan, termasuk juga hidung dan tenggorokan yang tersumbat dahak. Ramuan dari anggur ini dapat dibuat dengan cara mengubah anggur menjadi jus, kemudian ditambahkan 2 sendok makan madu. Anda dapat mengonsumsi ramuan ini sebanyak 3 kali seminggu.
  1. Lemon Tea
Cara enak dan alami untuk menghilangkan dahak lainnya selain jus anggur adalah dengan temon tea atau teh lemon. Lemon ini merupakan buah yang dipercaya manjur untuk menghilangkan dahak. Hal ini karena kandungan asam sitrat dalam buah lemon diteliti mampu menjadi antiseptik alami yang mampu menghilangkan dahak di tenggorokan. Ramuan ini dapat dibuat dengan mencampurkan lemon dengan teh hangat  tanpa gula. Penggunaan gul a harus diminimalisir karena kebanyakan gula akan menyebabkan batuk juga. Atau membuat lemon ini menjadi jus kemudian ditambah dengan dua sendok makan madu.
  1. Air Garam
Berkumur dengan air garam merupakan cara alami yang tradisional dan dipercaya secara turun temurun dapat mengatasi masalah mulut. Air garam juga dipercaya mampu menjadi cara alami yang digunakan untuk menghilangkan dahak secara alami. Ramuan ini dapat dibuat dengan mencampurkan 1 sendok makan garam dengan segelas air hangat lalu digunakan untuk berkumur. Kemudian miriangkan kepala Anda hingga air garam tersebut sampai ke ujung tenggorokan. Anda juga dapat menambahkan 1 sendok makan kunyit pada ramuan ini.
  1. Madu dan Garam
Saat batuh berdahak, usahakan mengurangi konsumsi gula. Sebagai pemanis pengganti gula, pakailah madu. Untuk membuat obat yang membantu menghilangkan dahak secara alami , campurkanlah madu ini dengan sedikit garam, kemudian minumlah ramuan tersebut sebanyak satu sendok makan. Lakukan pengonsumsian ramuan ini hingga dahak hilang.
  1. Telur Ayam Kampung
Telur ayam kampung dipercaya juga sebagai ramuan alami untuk menghilangkan dahak dari tenggorokan. Anda dapat membuat ramuan alami dari telur ayam kampung dengan menambahkan 2 sendok makan gula pasir, dan ¼ gelas air mendidih, kemudian aduk rata. Kemuadian minum selagi hangat. Ramuan ini dapat dikonsumsi setiap hari 2x sehari (pagi dan sore).
  1. Memperbanyak Minum Air Putih
Minum air putih dalam jumlah banyak adalah cara yang paling mudah untuk membantu menghilangkan dahak secara alami. Karena banyak dahak yang dikeluarkan akan membuat tubuh kita dehidrasi, sehingga menbutuhkan cairan pengganti. Air putih datang untuk mengisi kekosongan cairan tersebut. Selain itu air putih juga dapat berperan sebagai pengencer dahak sehingga akan lebih baik jika dilakukan terus menerus. Usahakan meminum air putih ini setiap satu jam sekali sebanyak satu gelas. Jika sedang tidak ada air putih maka Anda bisa menggantinya degan teh atau jus. Air yang panas atau hangat akan lebih baik daripada yang dingin.
  1. Menggunakan Uap
Menghirup uap dari rebusan rempah- rempah seperti cengkeh, kunyit, jahe, dan kencur akan membantu membuat dahak menjadi cair. Dan jika dahak dirasa cukup mengganggu tenggorokan, maka air rebusan rempah ini dapat diminum sebagai obat yang dapat membantu mengeluarkan dahak dari dalam tenggorokan.
  1. Menggunakan Permen Pelega Tenggorokan
Permen pelega tenggorokan merupakan cara menghilangkan dahak di tenggorokan secara alami. Selain rasanya yang enak, permen pelega tenggorokan juga mengandung ekspektoran yang dipercaya mampu memecah dahak sehingga memudahkan untuk keluar dari tenggorokan.






Sumber : http://halosehat.com

Rabu, 28 Desember 2016

Gagal berproduksi PKP wajib membayar kembali Pajak Masukan yang telah diberikan pengembalian

Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang mengalami gagal berproduksi wajib membayar kembali Pajak Masukan atas impor dan/atau perolehan Barang Modal yang telah dikreditkan dan telah diberikan pengembalian. Hal tersebut ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81/PMK.03/2010 tentang Saat Penghitungan dan Tata Cara Pembayaran Kembali Pajak Masukan yang telah Dikreditkan dan Telah Diberikan Pengembalian bagi Pengusaha Kena Pajak yang Mengalami Keadaan Gagal Berproduksi, yang berlaku mulai tanggal 1 April 2010.
PMK ini adalah perwujudan ketentuan Pasal 9 ayat 6(a) dan Pasal 9 ayat 6(b) UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No. 42 tahun 2009.

      Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan Barang Kena Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak dan/atau pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar daerah pabean dan/atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar daerah pabean dan/atau impor Barang Kena Pajak. Besarnya Pajak Masukan yang wajib dibayar kembali adalah Pajak Masukan yang telah dikreditkan dan telah diberikan pengembalian, dan disetorkan paling lambat akhir bulan berikutnya setelah saat gagal berproduksi.

      Gagal berproduksi diartikan sebagai suatu keadaan dimana: (i) PKP dengan kegiatan usaha utama sebagai produsen tidak melakukan kegiatan penyerahan Barang/Jasa Kena Pajak atau ekspor Barang/Jasa kena Pajak yang berasal dari hasil produksinya sendiri dalam jangka waktu 3 tahun sejak pertama kali mengkreditkan Pajak Masukan; atau (ii) PKP dengan kegiatan usaha utama selain produsen pada poin (i) apabila dalam jangka waktu 1 tahun sejak pertama kali mengkreditkan Pajak Masukan tidak melakukan kegiatan penyerahan Barang/Jasa Kena Pajak atau
ekspor Barang/Jasa kena Pajak. Dalam hal gagal berproduksi disebabkan oleh bencana alam atau sebab lain di luar kekuasaan PKP (force majeur), PKP tidak wajib membayar kembali Pajak Masukan atas impor dan/atau perolehan Barang Modal yang telah dikreditkan dan telah diberikan.

      Pembayaran kembali Pajak Masukan yang dilakukan oleh PKP yang gagal berproduksi dengan menggunakan Surat Setoran Pajak harus mencantumkan - Pembayaran kembali Pajak Masukan atas impor dan/atau perolehan Barang Modal yang telah dikreditkan dan telah diberikan pengembalian. Dalam hal PKP tidak melakukan kewajiban pembayaran kembali, maka Surat Tagihan Pajak yang teridiri atas Pajak Masukan dan ditambah sanksi administrasi berupa bunga akan diterbitkan sesuai dengan UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
 Image result for pengusaha kena pajak gagal produksi



Sumber : http://www.antaranews.com
                 http://www.kabarpajak.com