Harga
emas di masyarakat luas di dunia ini selalu naik atau turun. Apa saja yang menyebabkan harga emas naik
atau turun? Perubahan harga emas sangat dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut antara lain:
Inflasi
Inflasi adalah ketika harga-harga barang
mengalami kenaikan akibat penurunan nilai suatu mata uang. Salah satu
penyebabnya adalah ketika adanya pencetakan uang baru yang dilakukan
oleh negara. Jika tingkat inflasi yang terjadi ternyata lebih tinggi
dari perkiraan masyarakat, maka Harga Logam Mulia akan melambung tinggi.
Harga emas dipercaya akan selalu bisa
mengamankan kemampuan beli kita, artinya harga emas anak naik minimal
atau setidak-tidaknya sama dengan tingkat inflasi. Jadi masyarakat akan
lebih diuntungkan apabila menyimpan sejumlah emas dibanding menyimpan
uang kertas dalam jumlah tertentu. Konsep inilah yang diterapkan oleh
orangtua kita pada jaman dahulu yang selalu menyisihkan uang untuk
membeli emas setiap bulannya.
Kondisi Finansial Masyarakat Suatu Negara
Jika di dalam suatu negara mengalami
kepanikan finansial, maka harga emas di negara tersebut pasti akan
mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kita pernah mengalami
kejadian seperti ini yaitu pada tahun 1997-1998 ketika kita mengalami
krisis moneter. Ketika harga US Dollar melambung tinggi, maka otomatis
harga emas akan semakin melambung tinggi. Sebaliknya, ketika kondisi
finansial suatu negara cenderung membaik, maka harga emas akan cenderung
stabil. Apabila kondisi finansial suatu negara stabil, maka para
investor akan lebih memilih sektor riil untuk melakukan investasi.
Perkembangan Geopolitik
Faktor politik sangat menentukan
permintaan dan penawaran emas secara lokal. Jika kondisi politik stabil
dan kondusif, maka harga emas akan cenderung stabil. Tetapi sebaliknya
apabila situasi politik memanas, maka otomatis harga emas akan semakin
melambung tinggi. Investor akan segera beralih ke emas, karena pada saat
itu juga biasa daya beli uang kertas akan melemah.
Tindakan Para Spekulan
Kita juga perlu mengetahui bahwa Harga
Logam Mulia di pasaran Internasional juga dipengaruhi oleh transaksi
yang dilakukan oleh para spekulan. Para spekulan ini bermaksud
mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga emas, baik dari saat harga
emas naik maupun harga turun. Para spekulan ini adalah terdiri dari
perorangan maupun korporasi yang memiliki modal sangat besar yang
bermaksud mengamankan kekayaannya dalam waktu singkat dengan jalan
berspekulasi. Ketika mereka melakukan pembelian secara besar-besaran,
bukan tidak mungkin harga logam mulia akan terdorong naik ( ingat…banyak
permintaan : harga emas naik, sedikit permintaan : harga emas turun).
Keadaan Pasar Modal
Harga emas berlawanan dengan keadaan
pasar modal. Apabila keadaan pasar modal baik, maka harga emas cenderung
turun. Para investor lebih memilih saham. Sebaliknya apabila keadaan
pasar modal turun, maka harga emas cenderung mengalami kenaikan.
Investor lebih memilih emas sebagai instrumen investasi yang aman dan
terpercaya.
Harga Komoditas
Harga komoditas yang perlu kita ketahui
terutama adalah harga minyak dunia. Harga emas akan selaras dengan
kenaikan harga minyak dunia.
Cadangan Devisa Emas
Setiap pemerintah dan bank sentral pasti
memiliki cadangan devisa berupa emas / logam mulia dalam bentuk emas
batangan. Apabila negara besar seperti Amerika Serikat dan negara-negar
besar lainnya bermaksud menambah cadangan devisanya berupa emas
batangan, maka akan berpengaruh dalam kenaikan harga logam mulia internasional.
Permintaan Emas Dunia
Permintaan emas dunia juga masih
berkaitan dengan cadangan emas suatu negara. Seperti negara Cina dan
India, biasa di awal tahun banyak permintaan emas dari masyarakatnya
(Cina dan India adalah negara konsumen Emas terbesar di dunia) untuk
menghadapi tahun baru, maka otomatis harga emas dunia akan mengalami
kenaikan.
sumber dari http://enhakadinarbandung.com , oleh : Joko Salim, S.Kom, SE.

0 komentar:
Poskan Komentar