Senin, 07 Desember 2009

Sukseskan Talk Show IKA UTY (dh AAYO)

Temu Alumni dan Talk Show IKA UTY JABODETABEKCIRDUNG tahun 2009 yang akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Minggu, 13 Desember 2009
Waktu : 08.30 s/d 14.00 WIB
Acara : Temu Alumni UTY & Talk Show Tema : “MEMBANGUN JIWA ENTREPREUNER UNTUK MENJADI KELUARGA ALUMNIYANG KUAT & MAPAN”
Tem...pat : BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
Gedung II Lt. 3Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat
Presenter : Surya saputra dari FSB (asli aceh, setelah lulus di ABAYO ke amerika, dan sekarang owner outsourcing system keamanan), Ferryus dari FE (komisaris di NP group/PT. Sentra Nusantara Abadi, dan sebagai direksi di 7 perusahaan di jakarta), Iman adinugraha dari FE (Ketua fraksi PAN DPRD kab.Sukabumi, komisaris utama PT. Kadaka dan PT. Citra Mineral), dan Teguh suyitno dr FE (pengusaha angkutan/trailer di tanjung priok)
Kontribusi : Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per Orang
dr. Panitia Temu Alumni
Catatan : Kontribusi bisa ditransfer ke
Mandiri a/n Nery Amallya 122-000-4337443 atau
BCA a/n Indra Widyasari 0711-789536
Konfirmasi hubungi : Agung Nugroho 021-70967514
Nurmila 021-68861836 Boby Ginting 08126112392
Fauzan 087878048069 Meinggo 081315746669
Sujtipto 08129984978 Agus Rosyidi 08158859092

Enam Usaha Asuransi dalam Pengawasan FSB

Kamis, 3 Desember 2009 08:43 WIB JAKARTA,
KOMPAS.com - Badan Stabilitas Keuangan yang dibentuk menteri-menteri keuangan dalam G-20 telah membuat daftar berisi 30 lembaga keuangan dan bank bertaraf internasional yang perlu mendapatkan perhatian khusus.Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan keuangan global akibat kekacauan yang berpotensi dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan itu. ”FSB (Financial Stability Board/Badan Stabilitas Keuangan) telah memasukkan 30 bank dan lembaga keuangan sebagai sumber krisis sistemik karena wilayah kerjanya yang mendunia sehingga tergolong dalam perusahaan yang too big too fail (terlalu besar untuk gagal). Perilaku pemegang saham dan kebijakan manajemennya masuk dalam pengawasan,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (2/12).Pada laporan Financial Times ada 24 bank dan 6 lembaga asuransi multinasional yang masuk dalam daftar FSB. Mereka tersebar di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.Ke-24 bank itu adalah Bank of America Merrill Lynch (BAC), Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, Royal Bank of Canada, Barclays, HSBC, Royal Bank of Scotland, Standard Chartered, Credit Suisse, dan UBS AG. Selain itu juga ada BNP Paribas, Société Générale (Perancis), BBVA (Spanyol), Santander (Spanyol), Mitsubishi UFJ, Mizuho, Nomura, dan Sumitomo Mitsui (Jepang).Lalu ada Banca Intesa dan UniCredit (Italia), kemudian Deutsche Bank (Jerman), serta ING Group (Belanda). Adapun enam kelompok usaha asuransi adalah Aegon, Allianz, Aviva, Axa, Swiss Re, dan Zurich. ”Dalam pengawasan FSB, bank dan lembaga keuangan itu harus memiliki living will (keinginan untuk hidup). Sebab, kalau ada kesulitan, mereka harus menyelesaikan sendiri masalahnya sebelum meminta bantuan kepada pemerintah masing-masing,” ujar Sri Mulyani.Secara terpisah, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, stabilitas sistem keuangan domestik akan tetap terjaga.Hal itu ditandai dengan rasio kecukupan modal yang rata-rata ada di level 17,7 persen dan kredit berkinerja rendah yang kurang dari 5 persen. BI juga memberlakukan Giro Wajib Minimum sekunder sebesar 2,5 persen sejak 24 Oktober 2009.
Sumber : Kompas Cetak